Showing posts with label Coretanku. Show all posts
Software Lectora Inspire untuk Pembuatan Media Pembelajaran
Saat ini komputer merupakan hal yang tidak asing lagi, banyak sekali kalangan masyarakat yang sudah memanfaatkan fasilitas ini, mulai dari anak SD sampai pejabat negara. Begitupun dengan guru, komputer sudah menjadi makanan sehari - hari bagi mereka. Pembuatan prangkat pembelajaran, daftar siswa, agenda belajar dan lain - lain, semuanya dibantu dengan komputer. Dalam hal pembuatan media pembelajaran pun demikian, guru sangat membutuhkan yang namanya komputer. Namun sampai saat ini, pembuatan media pembelajaran berbasis komputer belum mengalami perkembangan. Sejauh ini guru masih menggunakan software Power Point yang memang sampai saat ini masih cukup optimal untuk digunakan sebagai alat bantu belajar. Akan tetapi, sebagai guru yang mengikuti perkembangan zaman tidak ada salahnya jika guru mencoba untuk mempergunakan software lain yang bisa saja akan lebih efektif dan maksimal. Salah satunya adalah software Lectora Insipre.
Mungkin diantara rekan guru semua ada yang bertanya - tanya, apa itu lectora Inspire?
Lecora Inspire adalah software yang bisa diperguanakn untuk proses pembuatan media belajar. Fitur yang terdapat didalamnya juga bisa dikatakn cukup lengkap, disana guru diberi banyak fasilitas untuk mendukung proses pembuatan media belajar siswa. Seperti pembuatan presentasi, modul, alat evaluasi dan lain - lain. Saya beri contoh, misalkan kalian hendak membuat alat evaluasi untuk siswa. Maka cukup dengan bantuan lectora Inspire rekan guru sudah mampu untuk membuat alat evaluasi untuk siswa berbasis komputer. Jenis evaluasi yang diberikan pun bisa beragam, sesuai dengan yang kita butuhkan. Misalkan saja Pilihan Ganda, Benar Salah dan lain sebagainya. Selain jenis evaluasi, guru juga bisa mengatur waktu yang dibutuhkan siswa untuk mengerjakan proses ulangan. Pengaturan waktu ini dilakukan tentunya untuk membatasi berapa lama waktu ulangan yang akan diberikan.
Selain jenis dan waktu yang bisa kita atur, guru juga bisa menetukan KKM untuk evaluasi tersebut. Kriteria ketuntasan minimal yang diatur oleh guru didesain sedemikian rupa oleh lectora inspire sehingga siswa akan secara otomatis dinyatakan lulus jika melewati KKM dan akan mendapatkan petunjuk remidial jika sebaliknya. Fitur ini pastinya akan memudahkan guru untuk kegiatan evaluasi yang dilakukannya.
Nah diatas adalah hanya untuk evaluasi, sedangkan untuk persentasi dan modul masih ada lagi. Tentunya dengan fitur - fitur yang memudahkan guru untuk melakukan kegiatan belajar mengajarnya. Oleh sebab itulah tidak ada salahnya jika mencoba software yang satu ini, karena manfaatnya sangat banyak sekali. Selain program tersebut tergolong up to date, fasilitas yang diberikannya pun sangat memudahkan para guru untuk kegiatan belajar mengajar.
Jangan Mengeluh, Hidup Sudah Ada yang Mengatur
Pernahkah kalian mendapati kesulitan di dalam hidup? Ya pasti pernah, semua orang pasti pernah mengalami kesulitan dalam hidup.
Apakah kalian mengeluh?
Nah untuk yang satu ini jawabannya pasti relatif, ada yang bilang "yes" dan mungkin ada yang bilang "No". Kedua jawaban ini bisa relatif karena cara pandang setiap orang yang berbeda - beda dalam menyikapi permasalahan hidup. Orang yang percaya bahwa segala sesuatu sudah ada yang mengatur, yatiu Tuhannya, maka dia akan optimis dalam menjalani hidup dan memiliki sifat anti mengeluh. Anti mengeluhnya tersebut muncul karena dia percaya bahwa rencana Allah akan selalu baik buat hamba-Nya. Berbeda dengan orang yang lupa dengan Tuhannya, dia akan cenderung mengeluh dengan apa yang didapatkannya. Mereka menganggap kesulitan yang didapatkannya adalah akhir dari segalanya, yang pada akhirnya membuat mereka galau dan berputus asa.
Dalam hidup kita diharuskan membuat rencana, tapi ingat Allah pun membuat rencana. Jika kita mau berfikir sehat, rencana siapakah yang paling baik? Nah jika tahu seperti itu, apabila ternyata rencana kita gagal dan tidak sesuai dengan yang kita inginkan, itu berarti rencana yang kita buat tidak tepat, Allah mempunyai rencana yang lebih baik dari itu. Oleh karenanya jangan berkecil hati dan berputus asa.
Perlu kesadaran yang tinggi ketika kita mendapatkan kesulitan dalam hidup, yakinkan dalam diri bahwa segala sesuatu sudah ada yang mengatur. Percayakan saja kepada Allah, maka segala sesuatunya akan baik - baik saja. Bilapun ternyata itu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan membuat hati kita sedih, ingatlah bahwasanya "Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya". Apa - apa yang Allah ujikan kepada kita sudah di atur oleh Allah yang maha teliti, ukuran ujiannya sudah didesain sedemikian rupa sehingga tidak melebihi batas kemampuan kita.
Ujian yang Allah berikan kepada kita adalah satu tanda bahwa Allah hendak meningkatkan drajat kita. Apabila dia mampu melewatinya dengan baik dan pernuh kesabaran maka dia akan mendapatkan kebahagiaan. Akan tetapi jika dia tidak mampu melewatinya dan tidak ridho dengan apa yang diterimanya, maka Allah juga tidak ridho kepadanya, dia akan mendapatkan suatu keburukan dalam hidupnya.
Keidealisan Yang Berujung Kegagalan
Ciri khas orang idealis adalah kuat dalam memegang prinsip. Segala macam yang dirasa tidak cocok dengan dirinya akan dia tinggalkan dan akan selalu berusaha mempertahankan apa yang dia yakini. Biasanya orang yang idealis memiliki pegangan kuat dan memiliki rencana yang matang dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan hal itu akhirnya dia mampu menggapai kesuksesan dan mendapatkan apa yang dia inginkan.
Namun demikian, tidak selamanya keidealisan mampu menuntun seseorang ke gerbang kesuksesan. Tidak sedikit diantaranya malah membuat kesengsaraan dibalut penyesalan. Itu terjadi karena mereka salah dalam menerapkan konsep keidealisan tersebut. Prinsip yang mereka pegang tidak terukur dan terencana dengan matang. Nafsu dan cara berfikir yang salah merupakan penyebabnya.
Pernah suatu ketika aku berjumpa dengan seseorang yang menurutku memiliki keidealisan yang tinggi. Dalam bertindak dia nampak mandiri dan tidak memperdulikan pandangan orang lain kepadanya. Mungkin dia merasa dengan sikap cueknya terhadap ocehan orang - orang disekitarnya mampu membuat dirinya berbeda dan mendapatkan kepuasan tersendiri. Seiring berjalannya waktu aku sadar, ocehan - ocehan orang terhadapnya bukan tanpa maksud. Mereka tidak suka dengan sikap keidealisan yang dimilikinya. Sikapnya yang cenderung acuh bahkan nampak seperti tidak mau menghargai orang lain sangat jelas terlihat.
Cuek untuk sesuatu yang memang seharusnya diacuhkan itu baik, tapi cuek terhadap sesuatu yang seharusnya diperhatikan adalah kesalahan besar. Contoh yang paling gampang adalah ketika seseorang yang berusaha menyapa dan memberikan sebuah senyuman kepada seseorang namun mendapat balasan berupa cemberut. Itu adalah perbuatan cuek yang salah, lebih dari itu sikapnya lebih menunjukan kesombongan.
Jika ada orang yang seperti itu maka yang menjadi letak kesalahan disini adalah pada prinsip keidealisannya. Prinsip yang dia pegang adalah "diam dan tidak menghiraukan orang lain mampu menjadikan dirinya berkualitas dan akan nampak berwibawa dihadapan mereka". Ya menghiraukan orang lain yang memiliki sifat jelek seperti iri, dengki itu harus, tapi menghiraukan orang baik sama saja dengan bunuh diri. Dia hanya akan menjadikan diri berjalan ke pipir jurang kesengsaraan.
Apalah sebuah keidealisan jika dengan prinsip yang dipegangnya tersebut membuat orang disekitarnya tidak nyaman.Prinsip tersebut adalah prinsip berakar dari nafsu tanpa pemikiran yang jernih, yang pada ujungnya membuat dirinya tersiksa sendiri dan muncul perasaan tidak nyaman.
Dalam menerapkan prinsip keidealisan dalam diri, ada beberapa hal yang tidak boleh dilupakan. Salah satu diantaranya adalah tidak merugikan orang lain. Tidak merugikan orang lain disini pun memiliki arti yang luas, seperti kenyamanan, ketenangan dan lain - lain. Keidealisan yang berujung merugikan orang lain hanyalah omong kosong yang pada akhirnya menjadikan dirinya sengsara dan tidak bahagia.
